POST TERAKHIR

07 Agustus 2009

PERSIAPAN AWAL BUDIDAYA BELUT

Meskipun belut mampu bertahan dalam kondisi ekstrem, bukan berarti gampang dibudidayakan. Peraturan pertama yang harus dipatuhi, JANGAN MENCOBA. Usaha apapun yang Anda lakukan, kalau ingin sukses, jangan pernah dimulai dari mencoba. Entah skala kecil atau besar, kerjakan dengan serius sejak dari awal. Niat mencoba hanya akan membuat Anda berjalan dengan semangat anget-anget tai kebo.

Peraturan kedua, jangan pernah mengawali usaha semata-mata karena ingin cepat mendapat untung gede dengan cara gampang. Bagi pemula, budidaya belut tidak bisa dibilang gampang. Kalaupun tidak gagal, paling tidak Anda harus mau bersusah payah menyiapkan makan setiap sore. Bagi orang yang keburu pengin cepat kaya, mencacah keong bukan pekerjaan ringan.

Jadi, kecuali punya tenaga khusus untuk merawat belut, pastikan bahwa anda memang benar-benar siap mental menghadapi segala kerepotan yang bakal menjadi aktifitas rutin.

Setelah melakukan persiapan mental, dan merasa yakin benar-benar sanggup kerja keras, Jangan keburu mulai. Walaupun nantinya Anda hanya pegang peran sebagai juragan dan hanya main perintah, sebaiknya jangan hanya belajar dari teori buku saja. Sebisa mungkin hadiri pelatihan budidaya, atau minimal, belajar lebih dahulu dari orang yang pernah budidaya.

Salah satu bagian tersulit dalam budidaya belut adalah proses menyiapkan media. Seperti orang belajar memasak, tidak bisa hanya mengandalkan takaran berdasar petunjuk buku. Untuk mendapat ramuan yang pas, perasaan harus dilibatkan. Bagian ini akan lebih mudah dipelajari kalau ada petunjuk langsung dari orang yang pernah melakukan.

Saya menganjurkan semua itu bukan lantaran anti buku. Malah sebaliknya, gara-gara hanya belajar dari buku saja, maka saya jadi tahu benar betapa sulitnya belajar budidaya belut.

Saya gagal lebih dari lima kali sebelum media yang saya ramu diterima oleh belut. Dan saya terpaksa menerima pelajaran ekstra, tersayat serpihan cangkang keong, gara-gara tidak ada buku yang memberitahu kalau cangkang keong bisa setajam pecahan beling. Banyak pengalaman pahit yang sebenarnya tidak perlu terjadi, seandainya saya punya “guru spiritual belut”.

Perlu diingat, budidaya belut bukan sekedar aktifitas mencari keuntungan, melainkan usaha untuk kompromi dan “membujuk” belut supaya mau tinggal di kolam yang kita sediakan, mau makan banyak supaya cepet jadi gendut, dan akhirnya bisa dijual dengan harga tinggi. Jadi, kecuali Anda punya modal tidak terbatas, sehingga mampu mempekerjakan ahli belut, Anda wajib tahu cara “bekerjasama” dengan belut.



PREV BUDIDAYA BELUT- NEXT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar