POST TERAKHIR

23 Januari 2009

MULAI DARI MANA SAJA


Beberapa hari yang lalu ada teman pensiunan bertanya, bagaimana cara mengawali bisnis dari rumah? Sebelum menjawab saya ganti bertanya, memangnya apa beda mengawali bisnis dari rumah, kakilima, kuburan atau kolong jembatan? Teman saya malah bingung.

Menurut saya, dua tempat yang sebaiknya tidak dipakai untuk mengawali bisnis cuma WC dan kamarmandi umum. Alasannya sepele, di sanalah satu-satunya tempat di mana ketenangan tidak pernah ada.

Bagaimana mau tenang kalau setiapkali ada yang mau pakai kita harus menyingkir keluar?

Semua tempat, kecuali yang dua itu, bisa digunakan untuk mengawali bisnis, karena bukan tempat untuk mulai yang menentukan bisnis bakal berhasil atau gagal, melainkan sikap mental orang yang menjalankan bisnis.

Saya mengawali bisnis beras dari emperan rumah karena harus kucing-kucingan dengan ayah yang tidak setuju saya sekolah nyambi jualan. Bisnis sarang burung walet saya mulai dari beranda rumah teman, tempat saya mengumpulkan remah-remah sarang walet untuk kemudian saya jual. Rental mobil saya lebih ngenes lagi, diawali dari ruang tamu, tapi nebeng di rumah orang.

Tidak masalah kita mengawali bisnis dari mana saja, tapi ada beberapa hal yang tidak boleh dilupakan oleh para pemula, supaya benih bisnis yang ditanam tidak layu sebelum berkembang atau malah langsung nyungsep pada langkah pertama.


  1. Niat dan keinginan saja tidak cukup. Bahkan semangat yang membarapun kadang masih kurang.
  2. Jangan pernah berani bermimpi mengawali bisnis tanpa modal sepeserpun. Pada saat mengumpulkan remah-remah sarang burung walet, saya memang tidak keluar duit, tapi tetap butuh modal, yaitu teman-teman yang mengijinkan saya memulung remah-remah dari ruang kerja mereka. Seandainya saya tidak punya modal berupa teman yang rela ruang kerjanya saya obok-obok, apakah Anda pikir saya bisa mengawali bisnis sarang burung walet?
  3. Jangan pula berani bermimpi bisa kerja enteng tapi cepat kaya. Bisnis adalah tempat di mana orang-orang harus menanam investasi terlebih dahulu, entah berwujud uang, skill, muka tembok atau apa saja sebagai modal awal, Setelah itu harus bekerja, nantang resiko dan mengatasi kesulitan, supaya investasinya membuahkan hasil, sambil berharap-harap cemas .......... semoga berhasil.
  4. Resiko gagal selalu ada, tapi jangan pernah mau kompromi dengan resiko semacam itu. Sekali kaki melangkah, pilihannya cuma satu, harus berhasil. Dua, tiga atau seratus kali terjerembab adalah hal biasa, tapi jangan digunakan sebagai alasan untuk berhenti ditengah jalan.
  5. Walaupun tergetnya harus berhasil, tapi bukan berarti terus maju melabrak segala rintangan. Adakalanya harus mengambil jalan memutar, sedikit mundur, atau bahkan mengambil jeda beberapa saat, menanti saat yang tepat untuk kembali fight.
  6. Bisnis berada dalam area “abu-abu”, dimana kiat sukses hari ini bisa menjadi bumerang dikemudian hari. Selain ketidak pastian, tidak ada yang langgeng dalam bisnis. Jadi, belajarlah bijaksana dan melatih intuisi untuk menghadapi segala ketidak pastian.



PREV - MENGAWALI BISNIS - NEXT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar